Kapustanas: Indonesia Harus Mengambil Alih Kepemimpinan Dunia

Jakarta – Kepala Pusat Studi Ketahanan Nasional (Pustanas) Universitas Nasional, Iskandarsyah Siregar, mengatakan bahwa sudah selayaknya bangsa Indonesia memahami dan menyikapi segala fenomena belakangan ini dengan cermat dan tepat. Hal ini agar bangsa Indonesia tidak lengah dan selalu siap akan segala kemungkinan yang terjadi menyusul dampak dari segala kejadian yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini.

“Tewasnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang sampai hari ini tidak disinggung oleh pihak Zionis, mundurnya calon presiden Amerika serikat Biden, ancaman balas dendam Iran terhadap Zionis yang disampaikan oleh pemimpin tertingginya Ali Khamenei, dan tidak munculnya Penguasa Arab Saudi Raja Salman bin Abdul Aziz di publik belakangan ini, bukanlah hal yang biasa-biasa saja. Masih banyak fenomena tidak biasa lain yang terjadi belakangan. Semua fenomena ini tidak boleh dianggap common variable dan dibiarkan berlalu begitu saja tanpa kajian dan penyikapan yang saksama”, ujar Iskandarsyah Siregar dalam diskusi Ketahanan Nasional di Universitas Nasional Senin, 5 Agustus 2024.

Ia juga menyampaikan bahwa hal ini harus disikapi Indonesia dengan tepat, karena saat ini Indonesia telah menjadi bagian penting dalam dinamikan peradaban dunia. “Disadari atau tidak, saat ini Indonesia adalah center of gravity. Indonesia saat ini menjadi sorotan dan kiblat dunia yang tiap langkah dan gerak-geriknya memberi pengaruh signifikan terhadap negara-negara lain. Kita tidak boleh terlalu lugu dan naif dalam berperan di dunia internasional saat ini”, lanjut Iskandarsyah.

Iskandarsyah yang juga merupakan pakar Linguistik dan Fenomenologi ini mengatakan bahwa presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto harus mengambil langkah-langkah strategis dalam berperan di dunia internasional saat ini. Dia berharap kedua tokoh ini dapat mereposisi Indonesia di dalam kasta pergaulan internasional ke depannya. “Saya melihat Menhan Prabowo Subianto, yang mungkin juga dalam kapasitas sebagai presiden Indonesia berikutnya, banyak berkeliling dunia menemui kepala-kepala negara dan lembaga-lembaga dunia belakangan ini. Saya juga menganggap bahwa pilihan pihak-pihak yang ditemui oleh beliau kelihatannya tepat. Dunia sudah berubah saat ini. Kita akan melihat sebentar lagi, ada negara adikuasa yang tumbang karena konflik internal dan terlalu sibuk mengurusi negara lain. Kita juga akan melihat ada negara dunia ketiga yang akan tiba-tiba menunjukkan tajinya dengan bermodalkan kekuatan ideologinya. Kita juga akan melihat terbentuknya koalisi baru secara resmi yang terdiri dari beberapa negara-negara dengan kekuatan milter dan ekonomi 10 besar dunia. Ini akan menciptakan situasi dan kondisi baru yang mungkin terasa aneh bagi kebanyakan orang. Apapun itu, Indonesia harus mengambil alih kepemipinan dunia suatu saat nanti. Kita sanggup. Dan kelihatannya Tuhan menginginkan demikian”, pungkas Iskandarsyah Siregar.

Kepala Pusat Studi Ketahanan Nasional Universitas Nasional, Iskandarsyah Siregar, menekankan pentingnya Indonesia untuk memahami dan merespons berbagai fenomena global yang sedang terjadi dengan cermat. Ia menyebut beberapa peristiwa signifikan, seperti tewasnya pemimpin Hamas, mundurnya calon presiden AS Joe Biden, dan ancaman Iran terhadap Zionis, sebagai tanda perubahan besar yang membutuhkan perhatian serius. Iskandarsyah juga menyoroti peran Indonesia yang semakin penting di kancah internasional, mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh naif dalam menjalankan peran globalnya. Ia berharap bahwa Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto dapat mengambil langkah strategis untuk menempatkan Indonesia di posisi yang lebih tinggi dalam percaturan internasional, karena perubahan besar dalam tatanan global diperkirakan akan segera terjadi (Editor).